No Mainstream, Mekaki Beach Sekotong

Hallo agan agan yang merasa jadi anak gunung, anak pantai, anak bukit, anak lembah atau anak layangan *ops! (sorry keceplosan). Pada nggak mau LeFo ‘Lelet Info’ tentang yang oke-oke “No Mainstream” kan? Yuk pantengin cerita gue yang ini niiiih….

Kali ini gue bakal cerita tentang salah satu pantai indah di Lombok yang tersembunyi dan yahud banget buat dikunjungi, yaitu Pantai Mekaki atau biasa disebut teluk Mekaki gan. Nah, pada asing kan sebut nama pantainya? Jelas dong… kan No Mainstream. Ya nggak? ya nggak?

Awalnya sih gue juga sama kayak agan-agan ini bertanya-tanya dalam hati (biar nggak ketahuan LeFonya) pantai Mekaki? Dimana sih lokasinya? Kayak gimana sih? Bagus nggak? Jauh? Panas nggak? Hellow honey bunny sweeeety  insyaallah dimana-mana yang namanya pantai ya panas gan kecuali kalo hujan, mendung atau pantainya pake terop *Rotfl* dan buat agan-agan sekalian yang hobi ngetrip, Mekaki Beach ini gue recommended banget buat jadi trip and journey kalian.

Langsung saja ke cerita yang serba basa basi dari gue yah hehe…

Berawal dari planning lokasi untuk take video atau bahasa kerennya “shooting” yang lagi getol-getolnya gue dalami sama teman-teman kampus gue, yang konon ceritanya bakal dijadiin Mini-Indie Film yang akan memperkenalkan Lombok masa kini #eeaa. ‘Lombok jaman nane ne kanak! Ye solah-solah, ye inges-inges pemandanganneee…ndek te nyesel wah!’ (Lombok jaman sekarang, bagus-bagus, cantik-cantik pemandangannya… nggak bakal nyesel deh!)

Setelah googling dan melihat keindahan pantai Mekaki, “kalo aku sih YES!!!” beberapa kru yang lain juga YES!!!

Ini merupakan plan trip gue yang pake acara nginep-nginepan. So? Perlengkapan mulai dari pakaian, konsumsi, selimut, obat nyamuk, sikat gigi dan semacamnya sudah ready dan nggak bakal lupa deh yang namanya kamera, handphone, tongsis, powerbank, speaker active, dan seperangkat alat selfie lainnya. Ulala~ berat juga bawaan trip kali ini. Oh yaaaa tenda nya ketinggalan!!!

Kudu bawa tenda nih gan, soalnya lagi mencintai alam jadi berbaur sama alam gitu *cieee, sekalian juga bos gue kayaknya lagi ngirit, ekhmmm… padahal ngarepnya sih nginep di Cocotinos hotel (eh ngarep).

Tempat berteduh siang ini dimeriahkan oleh Dara’s House yang berlokasi di jalan Lingkar Selatan Mataram. Pasukan sudah terkumpul sebanyak 6 kepala diantaranya adalah pemeran utama by Ariel dan Dara, Sutradara by Dedek “Lombok Ngelamang”, Kameramen by Angga dan Thea, dan gue sebagai pelengkap. *njleb! Nggak kok nggak, gue ini editor sekaligus mmm apa ya namanya haha ketauan banget nggak ahli. Iya nggak ahli, gue ahlinya pegang lighting, suerrr lighting gan. Lighting? Kemudian hening…. Krikk krikk krikk.

Ekspetasi berangkat jam sepuluh pagi. Kenyataan berangkat jam setengah empat sore. Indonesian people banget ya kitaaaa huhu. OK gan biar gak basa basi melulu, ini dia rute kita. Start from Dara’s House di jalan Lingkar Selatan dan harusnya langsung cuss ke Sekotong. Namun apalah namanya kita sempat rehat di bundaran taman Gerung yang sore itu benar-benar ramai sama cabe dan terong-terongan berjejer kompak wkkk. Yak sebelumnya gue belum pernah mampir disitu, jadi setelah melihat keadaan baru itu hati gue jingkrak-jingkrak kegirangan (begitu ceritanya). Kamera pun satu per satu keluar dari sarangnya, sang sutradara mengarahkan pemain untuk muncul dari arah sana, dan kamera standby sebalah sana, sana dan disini gue mmmm DIAM, iya gue standby jaga tas sama motor kalian. *ROTFL*

Setelah sesi take video yang ceritanya lagi on the way to Sekotong itu selesai, barulah motor-motor matic kita beraksi… syhuuuttt. I’am at Jalan Raya Lembar… dimana dimana dimana? Kuharus mencari dimana? (Ayu Ting-Ting song’s lyric). Astaganaga nyari ATM Bersama sekitaran sini susah banget… gue saranin nih buat agan-agan jangan lupa sebelum berangkat ke Sekotong sebaiknya udah siapin uang cash ya, buat jaga-jaga siapa tau nyampe Sekotong nggak ada mesin ATM. Ya siapa tau nggak ada hihihi.

IMG_7550.JPG

Dan sempat-sempatnya kita nge-groufy di pinggir jalan pas beli bensin ecer.

IMG_4315

(jilbab pink: Thea, pake helm polka; gue ika ciko, yang kibo; Angga, pake kacamata; Ariel, yang kesempil; Dara, dan yang lain; penampakan)

Nah hal-hal yang kayak gini nih bikin lama nyampek tujuan. Di Jalan Raya Lembar ini agan-agan bakal nemuin pertigaan yang kata papan nama jalan itu kalo lurus Pelabuhan Lembar dan kalo belok kiri Sekotong. Nah lurus aja gan! Lurus dah lurus -_______- biar nanti dikasi nomor penyebrangan Lembar-Padang Bai. *ROTFL*

Time to serious gan, setelah agan belok ke jalan Raya Sekotong, ingat ya gan setiap ketemu pertigaan yang besar agan belok kanan aja dan teruuuus sampai melewati hotel Sundancer. Sepanjang perjalanan agan-agan bakal disuguhkan karya seni Tuhan, yaitu pemandangan yang amazing binggooo!!! Hamparan sawah, perbukitan yang hijau, pesisir pantai yang indah, tebing batu yang unik, dan gugusan gili yang terlihat jelas dari jalan raya, ada Gili Sudak, Gili Kedis, Gili Nanggu, Gili Gede dan  Gili Layar. Ada juga pantai yang sudah agan lewati namanya pantai Elak-Elak (Elak dalam bahasa sasak = Lidah) disebut pantai Elak-Elak karena dari jalan raya pantai ini bentuknya terlihat seperti lidah. Setelah melewati Sundancer agan-agan bakal ketemu pertigaan di kawasan Pelangan. Nah barulah disini agan belok kiri dan memulai perjalanan melewati jalur yang lebih kecil. Jarak pantai Mekaki dari pasar Pelangan sekitar 5km. tenang saja gan, jalannya sudah di aspal kok. Jadi perjalanan dengan kontur tanah yang naik turun naik turun gini tetap aman kita jajaki.

Dan berhubung gue nyampe sininya (Pelangan) sekitar jam delapan malam, jadi pemandangan-pemandangan ke arah Mekaki yang seharusnya udah terekam di otak gue kini hanya terselimuti kalbu *ehh maksud gue diselimuti malam, yah sayang deh viewnya nggak kelihatan. Abisnya gelap banget gan! Tadi mas Abib si pemilik Galery Inges Sekotong tempat gue dkk numpang shalat magrib dan sempatin ngopi syantik syalala itu berkata “jalan ke Mekaki seginian memang rawan, kalau mas-mas sama mbaknya mau istirahat, nginep disini aja. jangan dipaksakan buat pergi kesana. Saran saya ya sebaiknya kalau ke Mekaki harusnya sudah dari tadi minimal siangnya sudah sampai di Pelangan biar aman. Sekarang kan lagi rawan begal bla bla bla blaaah…..”

Heyooo bagaimana ini? Sambil seruput-seruput kopi dan miras (mikir keras), finally bos gue tetap bulet tekadnya buat camp di Pantai Mekaki. Iyuuuh -___- dengan rasa jantung yang sedikit berdebar akhirnya gue dkk melanjutkan perjalanan. Manusia sebanyak ini takut begal? Siniiiih buruan gue begal balik!!!

Tapi dengan keyakinan dan kekuatan saudara-saudara kru ini, gue rasa begal pun batal muncul. Soalnya mereka pada narik gas kuenceeeeng banget. Woii baaaang helm adek mau terbang nih…! #gubrak.

Kebetulan juga personil kita nambah nih gan, mas Abib ngajakin sekompi serdadu pantainya yang dihitung-hitung sekitar delapan orang. Katanya sih mereka mau ngejagain kita. Waaaah ada guardian angel niiih *flirting* *flirting* sooooo perjalanan ke Pantai Mekaki nya AMAN.

Suara debur ombak pantai Mekaki sudah terdengar jelas di telinga, Alhamdulillah akhirnya sampai juga. Suasananya benar-benar gelap gan… dapat penerangan cuma dari lampu motor. Kaki ini udah nggak tau nginjek apa aja, pasirnya mana? Ini rumput-rumput apa? rasanya nggak jelas.

Serdadu pantai berpencar mencari dan mengumpulkan kayu-kayu kering, api unggun pun siap menari-menari membelai kulit ikan dengan asapnya huhu asiiik, bakar ikan. (ikan laut segar beli dijalan tadi bukan mancing disini loh) akhirnya perut yang sedari tadi gonjang-ganjing terisi juga sama ikan laut bakar yang manis di mulut *nomnomnom*

(ini dia penampakan di sekitar api unggun)

 

Kemudian ~(take video dengan lighting ala kadarnya hehe)

Sudah jam sepuluh malam gan, mumpung tenda udah berdiri minta diisi. Pemandangan langit malam pantai Mekaki gue tinggalin merem dulu ya. Besok pagi-pagi mata ini baru deh dapat jawaban… seberapa indah Pantai yang gue recommended kali ini. Hehehe

*zzzzzzzzzzzzz*

IMG_7645.JPG

(tidur malam ini dipersembahkan oleh langit dan sinar rembulan yang sweet banget)

Ketika resleting tenda mulai terbuka, inilah pertunjukan sebenarnya yang bikin seger mata yang masih sepet. “Hello good morning sunshine?” (begitulah sapaan angin sepoi-sepoi pantai Mekaki)

IMG_7699.JPG

(Early morning in Mekaki Beach) abaikan patung.

IMG_7746.JPG

(Ini kami yang bahagia^^)

Masih pagi gini air lautnya lagi surut, jadi karang-karangnya bisa terlihat jelas. Ombaknya pun tetap bergelung-gelung kencang dikejauhan. Sayang sekali, disini warning! Danger buat mandi di pantai, jadi kita cuma bisa lihat-lihat pantai dan main pasir. Yaaaaaaah~

IMG_7691.JPG

IMG_7694.JPG

IMG_7778.JPG

Tapi nggak masalah gan, pemandangan disini couzy banget! Bisa nyantai, relax, bejemur ala-ala bule *sunshower* juga aman banget. Intinya sangat sepi, nyaman, pemandangan hijau-hijau jernih dari perbukitan di kiri dan kanan pantai dan perfecto bikin merem-melek alunan deburan ombak yang menemani. Ciaaah pas banget buat nyatu sama alam (nyelemin pasir).

IMG_7849.JPG

Take foto dalam perjalanan pulang. Bye Mekaki yang indah~ (sekali lagi abakan keberadaan kami)

 

dont forget to visit my other story in Bukit Selong Sembalun, edisi #TripGagalTinggalKenangan

Advertisements

Bukit Selong Sembalun, edisi #TripGagalTinggalKenangan

Pertama-tama, maaf untuk penyebutan nama-nama senior yang males banget saya sensor 😀 Kedua, maaf kalo nggak nyaman baca kata “gue” ganti aja pake kata “tiang” lol
🎶 American Author- bestday of my life *backsound* tarararara… MTMA banget!
Gue baru pulang dari ngetrip gila gue bareng Pengacara-pengacara alumni FH UNRAM yang kece badai. Ahaha sumpah semuanya konyol dan seru!!!
Absen dulu yak, ada Aack Nanang, Bang Eki, Bang Teguh, Bang Momo, Bang Nasrul, Kak Gde, Gugun, Kak Adit, Bang Rozak, Mbak Nunung dan Bang Yos kekasihnya.
Nah awalnya tujuan ngetrip kita tanggal 6 Juni ini adalah camp di bukit Anak Dara Sembalun yang katanya niiih keren abis dan jalur pendakian yang baru aja di buka. Jadi nggak mainstream kayak bukit Pergasingan yang lagi HITS banget akhir-akhir ini. walaupun gue belum pernah ke Pergasingan, gue udah punya bayangan kalau tempatnya hmmm kurang look lah… soalnya sekarang udah rame banget yang mampirin tu bukit. gue jamin kalian ‘nggak kebagian tempat’ ngebangun tenda deh (kalo ngebangun rumah tangga sama kamu, aku jamin bisa #eaa)
Planing awal nih, kita semua bakal kumpul di rumah mbak Nunung jam 12.00 katanyaaa….. sebatas cuap-cuap belaka ahirnya perkumpulan gengs terjadi jam 16.12 yeaaah, ngaret kan ngaretnya orang Indonesia Raya. Wkwkwk
Perjalanan Kekalik-Sembalun kira-kira 3 jam lamanya, bikin bokong sedikit melebar, yang lama gilakk duduk syantik ngantok-ngantokan di atas motor. Hoam
Dengan prepare seadanya yang cuma bawa diri aja ehh taunya sampe Sembalun tendanya kurang dan kita nggak dikasi izin untuk mendaki malam-malam, karena jalur baru yang terjal dan itu nggak memungkinkan buat manjatin bukit yang butuh 4 jam perjalanan untuk sampai ke puncak bukit Anak Dara. Hell yah… garagara kita sampai di Sembalun pas waktu Isya. Camp di bukit Anak Dara pun BATAL DEMI APAAAH… *tear*
Gimana dong?
Potter kita bang Rozak nawarin buat ganti rute naik ke Pergasingan atau ke pos 2 Rinjani. Oh noooo….. gue nggak minat. Small discuse pada akhirnya kita setuju buat coba camp di bukit Selong. Yang nggak mainstream!!! KATANYA.
Sekitar jam 9 malam kita berangkat dari basecamp Sajang Rinjani Trek ke bukit Selong yang nggak mainstream *rotfl* (selong ‘e’ nya dibaca kayak ‘e’ ember, bukan ‘e’ nya Lebay) coba baca lagi. Selong. Nah udah yahud hehe
Sesampainya di tempat registrasi bukit Selong masing-masing badan bayar 10rb aja. Mmmm ini to bukit Selong, sambil mandangin gundukan tanah gelap segede itu, ya sebut aja bukit. wkk
Naiknya terjal sih cuma kurang dari 20 menit kita udah sampe huahahahaha bayangin deh bukitnya setinggi apa. Tinggi gaes, lebih tinggi dari gue 😒
Wiiiihhhh pemandangannye keren binggo, berasa lagi duduk di menara busan Korea (busetdah korban Drakor) wkkk. Dengan pemandangan depan mata lampu-lampu rumah di desa Sembalun yang asoy geboy, kita pun siap-siap bangun tenda yang adanya hanya sebiji tenda dengan manusia sebanyak ini gimana ceritanya ya? Haha
Hellyah, eek sapi pun menghiasi rumput-rumput tempat kita mau beristirahat malam ini iiii, jago bener si sapi manjat sampe bukit seterjal ini cuma buat boker ckck kalo gue mah mungkin udah hmmmmmm….
Ujung-ujung batang kayu pun siap melempar gundukan kotoran sapi yang iyuh baunya, tuiiiinggg!!!!! Eeknya kelempar hilang ditelan kegelapan malam.
Api unggun pun siap berkobar-kobar dengan tumpukan Ubi kuning yang hmmm sedep banget! Perut yang gonjang-ganjing minta diisi akhirnya anget juga nelen ambon (ubi) ini. makan ambon sambil liat pemandangan desa dan pegunungan huhuy bayangiiiin asiknya brooo….!!!
Ini malam minggu yang menyenangkan bagi jomblo wkwkwk (lain kali yang jomblo bisa ngikut gw loh, nggakpapa sesama jomblo saling melengkapi di malam minggu) eh curhat.
20150607_003341.jpg
20150607_003621.jpg
Malam semakin larut.
Dengan kondisi seperti ini, mau nggak mau gue tidur di luar aja. Daripada di tenda, rasanya nggak adil aja gue sama mbak Nunung di dalam tenda sedangkan yang lain di luar haha. Ahirnya gue lebih milih pake sleepingbag dan tidur di luar daripada tidur di tenda tanpa sleepingbag dan matras. Setelah berdamai dengan keadaan gue harus memaksakan diri buat tidur di tanah tanpa alas yang tanahnya nggak rata, betapa sakitnya punggung ini hoaaah…. (jadi mikir, orang-orang yang tidur pinggir jalan nggak pake kasur rasanya gini *tear* sedih banget) cupcupcup.
dan ternyata….
Luar biasa sensasi tiduran di atas tanah sambil memandang langit yang bertabur bintang, subhanallah…
By the way… tanahnya anget pemirsah. Jadi ngedukung banget buat tidur tanpa alas. Malam ini jadilah kita kepompong!!! *brrr* anginnya mulai berasa dan udara semakin dingin. Gue menggigil didalam sleepingbag dan Alhamdulillah tanahnya masih anget-anget aja kek abis diompolin gitu 😂.Sedikit-sedikit bangun, bergerak, belum nyaman, posisi tulang begini begitu aaahhh kacau. Pegel banget tidur di tempat miring gini.
Dan hal yang menggagu pendengaran pun terjadi, sana sini suara kentut bersautan wkwk. Gue nggak tidur gara-gara dingin dan ketawa terus denger kentut para pengacara haha, kalo kentutnya bauk baru deh pada saling salahin. Siapa yang punya kentut bauk? Wkwkwk dasar laki-laki!!!
Pas tidur asik sambil kebayang sosok seseorang yang ngangenin, eaaaa…. Tiba-tiba *buuuughhh!!!* suara badan seorang arab alias bang Yos jatuh menggelinding ke atas kepala gue. Otomatis gue langsung buka sleeping bag dan “eeh bang Yos kenapa?”
Napasnya sengal, “huuuh ada yang narik jari saya, jari saya ditarikin, jari saya!!!”
“what? Jarinya masih disitu abang jarinya nggak ilang kemana-mana” 😂😂😂
“ya ada yang narik, tapi siapa? Nggak tau. Aduuuh”. Ahirnya bang Yos duduk diatas gue dan nggak tidur-tidur sampai pagi. Ckckck
Duh gue tau itu mah gara-gara bang Yos pake batu akik anti syaiton sih, tadi sok-sok an pamer cincin batu akiknya dan bilang gini “kalo ini nih bisa melindungi dari gangguan jin!” pantes aja penghuni bukit Selong jadi ngegangguin deh hahaha…
50 jam kemudian, krikkrik
Taraaaaaaaaaa…. Ketemulah kita dengan sang fajar.
woy si fajri mana jar? baca dalam hati aja.
Weleh-weleh ini nggak salah kan? Pemandangannya begini banget (terharu campur malu gue cerita boooo’)
Udah ya sampe sini aja ceritanya, pulang nangis dulu 😢
20150607064546.jpg
20150607_075409.jpg
Dan ternyata bukit ini sama tingginya sama kubah masjid di depan kiteeee . HELLOWWW Buhahahkakakakakaka ketawa ngakak guling-guling gelindingan sampe sawah.
Pantes aja si sapi bisa manjat sampe sini cuma buat boker sini, ngakak abis.
Yah ape mau dikata… daripada kita ngecamp di kebun stroberi belakang rumah Bang Rojak? Mending disinilah nggak apa-apa, adek ihlas karena udah terjadi. Huhuhu
Paginya selesai breakfast ala bule pake sandwich handmade mbk nunung ama gue. Lets go kita lanjutkan perjalanan ke tempat wisata yang lagi HITS juga disana namanya Air Terjun Mangku Sakti. Yang airnya belerang yang tumpeh-tumpeh hehe.
Jaraknya jauh banget pemirsaaaah, tapi apa mau dikateee, motor udah tancap gas berapa kilo buat kesini, ngorbanin body gradakgruduk dijalanan rusak begitu,masa balik lagi. Kan sayang… iya sayaaang*flirting*
Sesampainya di Mangku Sakti, penampakannya adalah air terjun -___- (eyalah), ya air terjun yang warnanya ijo, gue pertama kali nemu airterjun kayak gini ya, tepatnya di Gunung Rinjani dekat Segara Anak tapi di Rinjani airnya anget anget kek abis dipipisin adek bayi gitu wkk, nah kalo disini udah dingin aja. Kelamaan diperjalanan kali ya hhihi
Terik matahari mantul dari batu-batu kali Mangku Sakti. Jadi puanase poolll *oh no*
kamera pun udah siap jepret sana sini, ya namanya kamera ya ampuh banget buat orang unmood jadi good mood.
DSCN8218.JPG
Mmmm disini ceritanya seru-seru aja tapi gue gatau mau bahasin apa selain kata seru haha, ntar kalian ngiler lagi pengen cepet-cepet ke Mangku Sakti. Krikkrik buntu
Udah dulu ya meletinnya….
gonna miss you all :*
20150606_203217.jpg

 

The old sweet heart, edisi #dibuangsayang

Only BBM text💕

so sweet 1

LDR antar pulau -2014

*bbm :

co : maaf sayang, aku nggak bisa temenin kau tiap hari, nggak bisa jemput kau kuliah.

ce : ya gpp sayang.. sabar aja kita kan jauh. asal kau jaga kau punya hati disana buat aku aja

co : hatiku selalu buat kau ndak ada buat orang lain. kau lagi apa?

ce : aku lagi tiduran di kamar

co : kau ndak keluar jalan-jalan sore?

ce : nggak. aku lagi capek .. lagian kau ndak ada disini buat temenin aku jalan

co : kau cape habis ngapain?

ce : kan tadi kuliah.

co : kau mau istirahat?

ce : iya sayang. bukan mau bobo’ kok. cuma tiduran, baring-baring gitu

co : kau ndak kangen sama aku yank?

ce : ndak usah kau tanya lagi.. aku ndak ada habisnya kangen sama kau

co : kalo aku, udah nggak ada rasa kangen lg sama kau

ce : loh kok gitu?

co : kangenku sudah habis sekarang. keluar,aku di depan rumah kau

ce : masa?

co : cepeeeet keluar kita jalan :*

oh my god kok bisa kau disiniiiii. sejak kapan??

dibawain bunga sama dark choclate eummmm so sweetnya kau ini datang jauh-jauh ngasi surprise.

(klepek-klepek)

 

so sweet 2:

LDR antar pulau -*BBM :

(09:00)

co : yank, hari ini aku nggak bisa bbm kau. aku ada kerjaan

ce : kerjaan apa?

co : ada, sorry yank.. besok aku bbm ya. dah syg :*

ce : iiiiisssshhhh kau apa-apaan sih?!!! bales !!!

(15:00)

*di kampus si cewek galau*

tiba-tiba BBM masuk

co : aku suka perempuan itu

ce : maksud kau apa? perempuan siapaaaaa?

co : aku suka perempuan yang ada di depanku sekarang

ce : gatel sekali kau jadi laki. maksud kau apa

co : yang baju merah hari ini cantik sekali di mataku.

ce : ndak perlu kau bbm aku kalo kau

suka sama genda’an baru kau disana.

co : ini genda’an baru aku, baju merah coba noleh kebelakang.

*pas noleh belakang tau-tau si cowok udah bediri disana bawa bunga sama coklat lagi*

sumpah cewe mana yang gak seneng diginiin?!!!

 

so sweet 3

BBM lagi :

ce : kau kemana aja? ngilang seminggu nggak bbm aku

co : maaf yank. aku lagi malas pegang Hp.

ce : sama aja kau udah malas sama aku. kau masih anggap aku ada nggak?!

co : masih kok

ce : busuk kau. kalo kau udah bosan bilang jangan kau giniin aku

co : kau dimana?

ce : dirumah cowok baru gue!

co : ini kau yang busuk ato aku

ce : terserah kau mau apa

co : di DP kau kurusan ya sekarang

ce : peduli amat kau sama DPku

co : kau kurus kau bukan tipe-ku lagi

ce : tai kau… aku kurus gara-gara kau disana yang selingkuh terus. sakit ini hati.. sakit sama cewek anjay yang bbm aku ngaku-ngaku pacar kau. kau jalan sama setansetan disana ha? mau kau apa giniin aku terus. ndak pantes aku sama laki kayak kau!! tiap hari aku kenyang makan hati.

co : beeeh kasar sekali kau. ya aku minta maaf sebesarbesarnya

ce : ndak cukup minta maaf kau sampe situ doang. udah terlalu sakit kau bikin aku.

co : aku janji nggak bikin kau sakit lagi. Percaya sama aku.

ce : aku nggak peduli sama janji-janji busuk kau. aku tunggu aja undangan nikahmu sama saiton2 berlipstik merah.

co : hahaha lucu kau. masa hasil kerjaku seminggu sampe aku nggak sempat pegang hp buat beliin kau cincin, aku kasi orang.

ce : peduli amat, kau terlalu banyak alasan

co : yank kau masih ndpdak peduli apa sama aku panas2an dua jam di depan rumah kau ini..

ce : aaaaaa~ kampret

 

bediri depan rumah bawa cincin sambil senyum-senyum ganteng…

Ternyata seminggu ngilang karena bener2 fokus kerja nyari uang cuma buat beliin aku cincin. Dan tiba-tiba dateng jauh2 nganter cincin buat aku yang lagi emosi. Meleleh leleh deh~

Gimana, sweet nggak ges? 😂😍